Van Klaveren Memeluk Islam Itu Serasa Kembali ke Rumah

Banyak orang beranggapan, bahwa Van Klaveren sengaja memeluk Islam demi meningkatkan penjualan bukunya berjudul Apostate: From Christianity to Islam in the Time of Secular Terror.

Setelah memeluk Islam, justru dia mendapat dukungan penuh dari keluarga terutama istrinya. Karena, selama ini is trinya sangat menolak pandangan anti-Islam. Namun, orang tuanya dalam hal ini ibunda tidak senang dengan kabar tersebut.

Dia juga mendapatkan banyak kritik dari media lokal. Meski telah menjadi mualaf dia belum mengubah namanya seperti nama Muslim kebanyakan.

Dia lebih memprioritaskan untuk membaca dan memahami Alquran dari buku yang biasanya digunakan oleh anak-anak. Politisi ini mengatakan, setelah memeluk Islam, dia tidak ingin memaksakan agama kepada anak-anaknya.

“Saya tidak pernah ingin memaksakan agama Kristen dan saya juga tidak akan melakukannya dengan Islam.”

Pilihannya untuk bersyahadat didu kung oleh cendekiawan Muslim asal Inggris Abdal Hakim Murad (Timothy John Winter). “Jika ini benar-benar bukan bagian dari iklan untuk mempromosikan bukunya, maka itu benar-benar merupakan pilihan yang luar biasa bagi seseorang yang banyak bicara tentang Islam,” kata co-founder mantan partai Jan Roos.

Sebelumnya Joram pernah me nyebut Islam sebagai sebuah penyakit endemik yang melanda Belanda dalam se ratus tahun terakhir. Selama menjadi politisi Van Klaveren melakukan kampanye tanpa henti melawan Islam di Parlemen Belanda.

Hidayah semakin jelas masuk ke dalam hatinya setelah mengetahui bah wa dia memiliki lebih banyak kesamaan dengan Islam. Pemahaman yang selama ini berasal dari diskusi internal partai bukan seperti yang dipikirkannya. Jauh dari kebenaran.

Banyak orang beranggapan, bahwa Van Klaveren sengaja memeluk Islam demi meningkatkan penjualan bukunya berjudul Apostate: From Christianity to Islam in the Time of Secular Terror.

Setelah memeluk Islam, justru dia mendapat dukungan penuh dari keluarga terutama istrinya. Karena, selama ini is trinya sangat menolak pandangan anti-Islam. Namun, orang tuanya dalam hal ini ibunda tidak senang dengan kabar tersebut.

Dia juga mendapatkan banyak kritik dari media lokal. Meski telah menjadi mualaf dia belum mengubah namanya seperti nama Muslim kebanyakan.

Dia lebih memprioritaskan untuk membaca dan memahami Alquran dari buku yang biasanya digunakan oleh anak-anak. Politisi ini mengatakan, setelah memeluk Islam, dia tidak ingin memaksakan agama kepada anak-anaknya.

“Saya tidak pernah ingin memaksakan agama Kristen dan saya juga tidak akan melakukannya dengan Islam.”

Pilihannya untuk bersyahadat didu kung oleh cendekiawan Muslim asal Inggris Abdal Hakim Murad (Timothy John Winter). “Jika ini benar-benar bukan bagian dari iklan untuk mempromosikan bukunya, maka itu benar-benar merupakan pilihan yang luar biasa bagi seseorang yang banyak bicara tentang Islam,” kata co-founder mantan partai Jan Roos.

Sebelumnya Joram pernah me nyebut Islam sebagai sebuah penyakit endemik yang melanda Belanda dalam se ratus tahun terakhir. Selama menjadi politisi Van Klaveren melakukan kampanye tanpa henti melawan Islam di Parlemen Belanda.

Hidayah semakin jelas masuk ke dalam hatinya setelah mengetahui bah wa dia memiliki lebih banyak kesamaan dengan Islam. Pemahaman yang selama ini berasal dari diskusi internal partai bukan seperti yang dipikirkannya. Jauh dari kebenaran.

Joram tumbuh dalam keluarga Protestan. Dia mengaku sangat menyesal telah ikut serta melakukan pencitraan palsu terhadap Islam.

Wujud penyesalannya, dia telah membuang proyek bukunya terkait sinisme terhadap Islam. Lalu, dia menulis buku lain yang berisi tentang argumennya melawan kritikus Islam.

Joram mengaku salah ketika menga nalisis Islam terutama saat menjadi anggota parlemen. Dia juga me nyalahkan dunia yang masih menya lahkan Islam atas kejahatan yang terjadi saat ini.

Sebenarnya pilihan politik anti- Islam merupakan kebijakan partai ketika terjadi sesuatu yang salah. Islam selalu dijadikan kambing hitam.

Setelah dia menjadi mualaf, Joram tidak harus menjadi seorang yang selalu mengkritik kebijakan peme rintah. Banyak ideologi lama yang masih dipegangnya meski menjadi mualaf. Pilihan Islam merupakan hak personal.

Dia mencontohkan beberapa pihak yang mempertanyakan pandangannya terkait gay, Suriah, dan anjing. Itu jelas karena sejak lama dia menjadi seorang provokator terutama dalam menambah citra buruk terhadap Islam.

Kini dia harus menghadapi sendiri pandangan anti-Islam yang dahulu dia lakukan. Dahulu mantan atasannya: Geert Wilders sangat kritis tentang mualaf dan sering mengirimkan cuitan gambar bendera Arab Saudi. Dia bahkan secara gamblang menulis untuk siapa kritiknya ditujukan.

Wilders mengganti naskah kaligrafi kalimat tauhid, yang berbunyi, Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah Utusan Allah yang biasanya ada pada bendera negara Arab.

Namun, Wilders pada 2016 di nyatakan bersalah atas tuduhan diskriminasi. Mendengar Van Kleveren memeluk Islam, Wilders pun mem berikan tanggapan. Dia mengatakan, Van Kleveren yang memeluk Islam seperti seorang vegetarian yang bekerja di penjagalan hewan.

Dia cukup terkejut mendengar man tan koleganya di partai yang pernah dipimpinnya menjadi mualaf. Padahal, dia berharap banyak terhadap Van Klevender. Namun, dia tidak bisa berkata lebih banyak.

Said Bouharrou, yang bertugas di Dewan Masjid Maroko di Belanda, memuji Van Klaveren. “Sangat bagus ketika seseorang yang begitu kritis terhadap Islam menyadari bahwa Islam bukanlah yang buruk,” katanya kepada Algemeen Dagblad (AD)

Klaveren lahir pada 23 Januari 1979 di Amsterdam. Dia meneliti studi agama di VU University Amsterdam dan telah bekerja sebagai pendidik. Dari Maret 2006 hingga Juni 2009 dia adalah anggota dewan kota Almere atas nama Partai People’s Party for Freedom and Democracy.

Dalam pemilihan umum 2010, dia terpilih menjadi anggota senat perwakilan partainya. Selain itu, dia juga telah menjadi anggota Negara Bagian Flevoland sejak pemilihan provinsi 2011.

Setelah gagal terpilih pada pemilihan umum 2017 karena VNL tidak mendapatkan satu kursi pun, masa jabatan Van Klaverens di dewan senat secara resmi berakhir pada 23 Maret 2017. Selanjutnya, dia menjadi komentator pada April 2017 untuk acara radio harian Dit is de dag, diproduksi oleh penyiar publik kristen EO. Menurut presenter Tijs van den Brink, dia dipekerjakan karena mewakili orang Kristen konservatif dan sayap kanan.

Advertisements

Comments Off on Van Klaveren Memeluk Islam Itu Serasa Kembali ke Rumah

Filed under Muallaf Mancanegara, Muallaf Tokoh

Comments are closed.