Muallaf Mentawai

Ketua YMPM, Muhammad Shiddieq, bersama dengan salah satu kepala suku di Mentawai. (Foto: Hamzah/Humas YMPM)

YMPM: Mualaf Mentawai Membutuhkan Masjid

Padang, 6 Sya’ban 1438/ 3 Mei 2017 – Ketua Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM), Sumatera Barat, Muhammad Shiddieq mengatakan jumlah mualaf  di Kepulauan Mentawai terus bertambah,  wilayah tempat mukim pemeluk Islampun semakin meluas.

Sehubungan dengan itu YMPM bersama para mualaf Mentawai , merasa,  sangat diperlukan pendirian masjid di perkampungan mualaf di pedalaman Mentawai. Demikian keterangannya pada MINA, Rabu

Menurut data YMPM, populasi muslim di Mentawai terus meningkat. Di tahun 2010 Muslim hanya berjumlah 15 %, akhir tahun 2015 populasi muslim sudah berjumlah 22,3 %, dan di tahun 2017 ini jumlah umat Muslim di Mentawai dperkirakan akan terus meningkat.

“Alhamdulillah… Dengan limpahan hidayah dari Allah swt, mualaf Mentawai terus bertambah, penyebaran wilayah Islampun semakin meluas. Hingga sekarang masih banyak perkampungan muallaf Mentawai dimana jumlah .sudah banyak namun masjid di kampung tersebut belum ada,” . ujar Siddiq.

Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM) sebagai lembaga yang fokus berdakwah di Mentawai semenjak 8 tahun silam, dengan program mengayomi dan membina mualaf sangat merasakan betul betapa urgent pendirian masjid di Perkampungan Mualaf Mentawai.

“Sejauh ini masih banyak dusun atau desa yang belum memiliki masjid disana, padahal muallafnya sudah banyak. Para Mualaf tidak memiliki masjid sebagai tempat sarana ibadah, seperti tempat shalat, pengajian, silaturrahim hingga tempat belajar iqra’ dan membaca Al-Qur’an,” tambahnya.

Di samping itu, dengan tidak adanya Masjid syiar Islam juga sangat terkendala.

“Para mualaf berharap, agar kesulitan yang mereka alami dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT semoga cepat terselesaikan. Amin…,” pungkas Sidiq.

Merasakan kesulitan yang dihadapi para Muallaf Mentawai. YMPM sebelum ini telah membangunkan dua Masjid di Mentawai. Karena masih banyak perkampungan muallaf belum memiliki masjid.

“Bulan Ramadhan akan tiba, Pengurus YMPM bertekat untuk menambah pembangunan masjid di perkampungan baru para muallaf. Alhamdulillah, sekarang ini pengurus YMPM sedang membangunkan tiga Masjid di Pedalaman Mentawai. Tiga masjid tersebut terletak di, Dusun Tolaulagog Desa Katurai, Desa Saliguma dan Dusun Tinambou,”jelasnya.

Sidiq mengungkapkan, dalam mengerjakan pembangunan tiga masjid tersebut, YMPM sangat terkendala dalam biaya.

Donasi pembangunan masjid di Perkampungan Muallaf Mentawai dapat disalurkan melalaui:

Bank Nasional Indonesia Syariah. Cab. Bukittinggi. No. Rek. 0397762727,
Bank Syariah Mandiri. Cab. Payakumbuh. No. Rek. 7083758238.
Atas Nama : YAYASAN MUSLIM PEDULI MENTAWAI.

Konfirmasi via SMS/ WA : Hamzah Abu Maryam (Datinfo YMPM).
No.  0823 8632 1556

Bersama dengan muallaf Mentawai di lokasi rencana pembangunan Mesjid

Tiga Bulan, 150 Penduduk Mentawai Bersyahadat

Lima orang penduduk Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat kembali besyahadat pada pekan kedua Maret 2015.

“Alhamdulillah jumlah muallaf di Mentawai semakin bertambah. Lima orang penduduk Desa Gotab, Mentawai bersyahadat,” kata Muhammad Shiddieq, Ketua Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM) kepada hidayatullah.com belum lama ini.

Dengan bertambahnya lima orang muallaf ini, maka dalam kurun Januari-Maret 2015 jumlah muallaf di Mentawai mencapai 150 orang.

“Januari lalu kita mengislamkan 33 orang. Kemudian Februari kita islamkan 112 orang. Dan Maret ini 5 orang. Jadi total 150 muallaf,” jelas Shiddieq. [Baca: Sebanyak 112 Warga Mentawai Bersyahadat Massal]

Menurut Shiddieq, keputusan 150 penduduk Mentawai bersyahadat  tidak ada unsur paksaan, apalagi iming-iming materi.

“Alasannya mereka tidak puas dengan konsep agama nenek moyangnya,” ungkap Shiddieq.

Dengan tambahan jumlah muallaf ini, tentunya tugas dakwah di Mentawai semakin berat. Ratusan muallaf ini tersebar di beberapa dusun yang jarak antar dusun puluhan kilometer.

“Biaya transportasi di sana mahal. Harga bensin bisa sampai 25ribu per liter. Kita rencana akan menempatkan dai di dusun-dusun itu untuk pembinaan muallaf,” terang Shiddieq.

Shiddieq berharap bantuan dari umat Islam di mana pun berada. Karena ini kerja dakwah jangka panjang, sehingga membutuhkan banyak dukungan materi. [Baca: Ratusan Muallaf Mentawai Butuh Mukena]

Bagi para pembaca yang berniat membantu mensukseskan dakwah di Kepulauan Mentawai bisa menghubungi langsung Account Facebook Muhammad Shiddieq  Hp 0853-6429-6465.

Para Muallaf di Dusun Tiop kepulauan Mentawai setelah bersyahadat.

33 Warga Mentawai Bersyahadat

Para dai pedalaman yang tergabung dalam Yayasan Muslim Peduli Mentawai (YMPM) menggelar acara syahadat massal, Senin (4/1) lalu. Dalam acara tersebut, sebanyak 13 orang mualaf bersyahadat disaksikan ratusan umat Islam di Masjid Islamic Centre Desa Mailepet Kecamatan Siberut Barat Daya Kepulauan Mentawai.

Ketua YMPM Ustadz Muhammad Shiddieq mengatakan, pensyahadatan tersebut sudah tahapan yang ketiga kalinya yang digelar pengurus YMPM kepada warga Dusun Tiop dalam kurun waktu dua pekan terakhir. “Pensyahadatan sebelumnya dilaksanakan di Sekretariat YMPM Desa Maileppet Kecamatan Siberut Selatan. Pensyahadatan tahap pertama berjumlah 15 orang. Sedangkan pada tahap dua berjumlah 5 orang,” jelas Ustadz Shiddieq kepada Republika, Ahad (10/1) lalu.

Shiddieq yang mengaku baru saja pulang dari Mentawai tersebut mengisahkan, para mualaf yang baru saja masuk Islam tersebut disambut penuh haru. Semakin hari, semakin bertambah saja anggota keluarga umat Islam di Kepulauan Mentawai. Menurutnya, masih banyak lagi warga Mentawai yang antusias dengan ajaran Islam dan kemungkinan akan masuk Islam sesegranya.

“Pensyahadatan sebelumnya dibimbing langsung oleh da’i YMPM Ustadz Iman Sulaeman. Untuk yang tahap ketiga ini, saya langsung yang membimbing didampingi rekan-rekan YMPM yang banyak datang dari luar Mentawai,” kisah Ustaz Shiddieq.

Dengan bertambahnya jumlah muallaf 13 orang tersebut, jumlah para muallaf yang telah masuk Islam dalam dua pekan terakhir sudah mencapai 33 orang. “Ini semua berkat limpahan hidayah dari Allah SWT. Sekarang jumlah Muslim di Tiop sudah 33 orang, Alhamdulillah,” ujar Shiddieq.